Sabtu, 09 Januari 2016

Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN) adalah sebuah jaringan komunikasi data yang menghubungkan user-user yang ada di jaringan yang berada di suatu area geografik yang besar. Koneksi antar remote jaringan ini umumnya dengan kecepatan yang sangat jauh lebih lambat dari koneksi jaringan local lewat kabel jaringan.

Menurut definisinya Teknologi WAN digunakan untuk
  • Mengoperasikan jaringan area dengan batas geography yang sangat luas
  • Memungkinkan akses melalui interfance serial yang beroperasi pada kecepatan yang rendah
  • Memberikan koneksi full-time (selalu ON) atau part-time (dial-on-demand)
  • Menghubungkan perangkat-perangkat yang terpisah melewati area global yang luas


manfaat adanya jaringan WAN
WAN dimanfaatkan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna komputer yang berada pada lokasi yang lain, dan juga dimanfaatkan untuk menghubungkan LAN antar lokasi.

Teknologi WAN mendefinisikan koneksi perangkat-perangkat yang terpisah oleh area yang luas menggunakan media transmisi, perangkat, protocol yang berbeda. Data transfer rate pada komunikasi WAN umumnya jauh lebih lambat dibanding kecepatan jaringan local LAN.

Teknologi WAN menghubungkan perangkat-perangkat WAN yang termasuk didalamnya adalah
  • Router, menawarkan beberapa layanan interkoneksi jaringan-jaringan dan port-port interfance WAN
  • Switch, memberikan koneksi kepada bandwidth WAN untuk komunikasi data, voice, dan juga video
  • Modem, yang memberikan layanan interfance voice, termasuk channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang memberikan interfance layanan T1/E1; Terminal Adapters/Network Termination 1 (TA/NTI) yang menginterfance layanan Intergrated Services Digital Network (ISDN)
  • System komunikasi dalam teknologi WAN menggunakan pendekatan model layer OSI untuk encapsulation frame seperti halnya LAN akan tetapi lebih difocuskan pada layer Physical dan Data link



WAN didisain untuk
  • Beroperasi pada area geografik yang sangat luas
  • Mampu memberikan koneksi serial dengan biaya murah dan kecepatan rendah atau biaya mahal dan kecepatan tinggi misalnya lewat jalur ATM atau fiber optik
  • Mampu menyediakan koneksi full-time dan part-time


Standar WAN
WAN menggunakan OSI layer tetapi hanya fokus pada layer 1 dan 2. Standar WAN pada umumnya menggambarkan baik metode pengiriman layer 1 dan kebutuhan layer 2, termasuk alamat fisik, aliran data dan enkapsulasi.  
Protokol layer 1 menjelaskan bagaimana menyediakan secara elektris, mekanis, operasi dan fungsi koneksi yang disediakan oleh service provider.


Standar yang menangani WAN
  • International Telecommunication Union-Telecommunication Standardization Sector (ITU-T), Consultative Committee for International Telegraph and Telephone (CCITT)
  • International Prganization for Standardization (ISO)
  • International Engineering Task Force (IETF)
  • Electronics Industries Association (EIA)


Akses WAN

Infrastruktur  untuk teknologi Wan dapat berioperasi  dengan adaya protokol. Teknologi Wan akan dapat beroperasi di sesuaikan dengan protokol Wan yang cocok. Perangkat yang membentuknya,dan spesifikasi perangkat dari vendornya.
saat ini terdapat beberapa  jenis protokol yang di gunakan untuk menyediakan mekanisme pengiriman data melalui jaringan WAN daiaturnya adalah:

  • Protokol HDLC(Hight Level Detalink Contra)
  • PPP(Point To Point Protokol)
  • Protokol X,25 dan LAPB(Link Acces Procedur Belence)
  • Frame Relay
  • ISDN



Frame Relay
Frame Relay merupakan protokol WAN yang memiliki performa tinggi. Beroperasi pada physical layer dan data link layer OSI referensi model, Frame Relaymerupakan komunikasi data packet-switched yang dapat menghubungkan beberapa perangkat jaringan dengan multipoint WAN.
Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui “virtual circuit” sampai tujuan.
Sebuah jaringan frame relay terdiri dari “endpoint” (PC, server, komputer host), perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1).

Layanan-layanan WAN


PSTN
Adalah jaringan telpon Switched public yang merupakan komunikasi WAN yang kuno dan banyak dipakai diseluruh dunia. PSTN adalah teknologi WAN yang menggunakan jaringan Circuit Switched yang berbasis dial-up atau leased line (selalu ON) menggunakan line telpon dimana data dari digital pada sisi komputer di konversikan ke analog menggunakan modem, dan data berjalan dengan kecepatan terbatas sampai 56 kbps saja.
Leased lines
  • Leased line media komunikasi yang secara kontinyu digunakan untuk menghubungkan titik titik yang ingin berkomunikasi serta ditujukan untuk bekerja tanpa henti, tanpa dibagi oleh siapapun dan tanpa dapat dicampuri oleh data yang bukan milik penggunanya.
  • Memiliki dua tipe transmisi :

  1. datagram transmissions (setiap frames memiliki alamat individu),
  2. data-stream transmissions (aliran data dengan satu alamat)

  • Tingkat reliabilitas tinggi baik dalam menghantarkan data maupun dalam ketersediaannya (jarang bermasalah).
  • Bandwidth yang cukup bervariasi dari 64 Kbps hingga 2 Mbps.
  • Koneksi yang digunakan adalah koneksi menggunakan media kabel tembaga dengan sistem komunikasi synchronous serial. Contoh sistem komunikasi DSL dan teknologi cable modem
Circuit-Switched
  • Jaringan yang memiliki kemampuan untuk memberikan Anda koneksi secara kontinyu, namun hanya untuk sementara waktu saja atau selama Anda ingin melakukan komunikasi saja.
  • Transmisi diawali dengan pembentukan hubungan fisik. Sekali hubungan berlangsung, tidak akan terjadi kemacetan karena saluran telah dimonopoli.
  • Memiliki dua tipe transmisi, datagram dan data-stream transmissions.
  • Koneksi jaringan data jenis ini adalah koneksi asynchronous dial-up, ISDN BRI, dan ISDN PRI

Packet-Switched
  • Jaringan ini sama sekali tidak membangun koneksi berkontinyu yang khusus untuk dilewatkan data Anda. Namun, jaringan ini dapat menghantarkan setiap paket Anda langsung ke tujuannya bagaikan melalui sebuah jaringan berkontinyu.
  • Penyedia jasa jaringan ini mengkonfigurasi perangkat switching-nya untuk dapat membuat Virtual Circuit (VC) yang akan menghantarkan konektivitas end to-end ke pelanggan
  • Jaringan Packet-Switched yang paling populer digunakan saat ini adalah jaringan Frame relay. Selain itu, ada media berjenis ATM dan X.25
  • Transmisi tidak diawali dengan pembentukan hubungan fisik, namun ukuran blok tertentu sebagai paket yang mampu ditampung oleh memori switch office sehingga metode ini mendukung mode interaktif.
  • Paket-paket dikirimkan secara point-to-point
  • melintasi jaringan dengan menggunakan point melintasi jaringan dengan menggunakanStatistical Multiplexing.
  • Contoh dalam teknologi WAN :Asynchronous Transfer Mode (ATM / Cell Relay), Frame Relay, Switched Multimegabit Data Service (SMDS), X.25

ISDN BRI ( Integrated Services Digital Network Basic Rate Interface) dengan kecepatan sampai 128Kbps
ISDN PRI (Primary Rate Interface) dengan kecepatan sampai 2,048 Mbps
Modem analog (PSTN) bisa memberikan kecepatan sampai 56Kbps dengan kompresi
Broadband xDSL dan modem kabel, menawarkan koneksi kecepatan tinggi melalui kawat tembaga standard kabel telpon. Teknologi ini normal dipakai untuk kebutuhan layanan Internet saja jika tersedia.
Wireless (Microwave dan Satelite)
Koneksi satellite bisa menawarkan umumnya sampai 512Kbps, sementara microwave line of sight bisa menawarkan kecepatan sampai 52Mbps atau bahkan lebih.

Kamis, 06 Agustus 2015

Subnetting



Mengenal Subneting

kali ini sayaakan membahas tentang subneting dan teknik perhitungannya, subneting bisa dilakukkan dengan dua cara perhitungan yaitu dengan cara binary yang lambat dan cara khusus yang lebih cepat


Apa itu subneting ?

Subneting adalah sebuah kegiatan untuk memecah suatu jaringan atau network ke jaringan yang lebih kecil yang biasa disebut subnet.


Perumpamaannya

ketika ada sebuah komplek atau kampung pasti akan menjumpai sebuah ketua RW ada beberapa ketua RT yang mengelolanya agar mudah untuk mengordinasinya. makan sebuah subneting seperti itu jika kita mempunyai sebuah jaringan kita akan membaginya keberbagai kejaringan yang lebih kecil


Apa tujuannya ?

- mengelola sebuah lalu lintas jaringan, sehingga data yang akan lewat tidak tabrakan(collision) ataupun data tersebut macet
- kerja jaringan menjadi teroptimal
- pengelolaannya menjadi sederhana
- membantu jaringan untuk kearah jarak geografis yang lebih jauh


Rumus penghitungan untuk subneting
- Rumus untuk menghitung jumlah subnet adalah = 2n - 2 (n adalah jumlah bit yang diselubungi)
- Rumus untuk menghitung jumlah host per subnet =2N - 2 (N adalah jumlah bit yang masih tersisa untuk host ID)


Pembagian kelas dalam subneting
- Address kelas A. 1 bit pertama ip Addressnya"0"
- Address kelas B. 2 bit pertama ip Addressnya"10"
- Address kelas C. 3 bit pertama ip Addressnya "110"
- Address kelas D. 4 bit pertama ip Addressnya"1110"
- Address kelas E. 4 bit pertama ip Addressnya"1111"

kelas
- Kelas A = 0-126 .0.0.0
- Kelas B = 128-191 .0.0.0
- Kelas C = 197-223 .0.0.0
- Kelas D = 224-239 .0.0.0 (multicast)
- Kelas E = 239-225 .0.0.0 (pengembangan)


Contoh pembagiannya


jika ada sebuah network
Alamat jaringan : 192.168.1.0
Host pertama : 192.168.1.1
Host terakhir ; 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255

misalkan sebuah jaringan itu dibagi menjadi 2 divisi yang berbeda sehingga harus memecah jaringan tersebut manjadi 2 buah subnetwork, sehingga akan menjadi sebuah perincian sebagai berikut

Network divisi A
Alamat Jaringan / Subnet A : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.126
Broadcast Address : 192.168.1.127

Network Divisi B
Alamat Jaringan / Subnet B : 192.168.1.128
Host Pertama : 192.168.1.129
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255





SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
            Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Analisa:
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  1. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 172.16.0.0/18 dan 172.16.0.0/25. 


 
 
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
>> Contoh network address 172.16.0.0/18
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
>> Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)

  1. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26



 
 
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Analisa :
192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan :
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.



Sabtu, 01 Agustus 2015

Selamat Datang !!!

Selamat Datang !!!

Selamat datang diblog saya. blog ini berisi kumpulan tugas-tugas sekolah saya.