Mengenal Subneting
Apa itu subneting ?
Subneting adalah sebuah kegiatan untuk memecah suatu jaringan atau network ke jaringan yang lebih kecil yang biasa disebut subnet.
Perumpamaannya
ketika ada sebuah komplek atau kampung pasti akan menjumpai sebuah ketua RW ada beberapa ketua RT yang mengelolanya agar mudah untuk mengordinasinya. makan sebuah subneting seperti itu jika kita mempunyai sebuah jaringan kita akan membaginya keberbagai kejaringan yang lebih kecil
Apa tujuannya ?
- mengelola sebuah lalu lintas jaringan, sehingga data yang akan lewat tidak tabrakan(collision) ataupun data tersebut macet
- kerja jaringan menjadi teroptimal
- pengelolaannya menjadi sederhana
- membantu jaringan untuk kearah jarak geografis yang lebih jauh
Rumus penghitungan untuk subneting
- Rumus untuk menghitung jumlah subnet adalah = 2n - 2 (n adalah jumlah bit yang diselubungi)
- Rumus untuk menghitung jumlah host per subnet =2N - 2 (N adalah jumlah bit yang masih tersisa untuk host ID)
Pembagian kelas dalam subneting
- Address kelas A. 1 bit pertama ip Addressnya"0"
- Address kelas B. 2 bit pertama ip Addressnya"10"
- Address kelas C. 3 bit pertama ip Addressnya "110"
- Address kelas D. 4 bit pertama ip Addressnya"1110"
- Address kelas E. 4 bit pertama ip Addressnya"1111"
kelas
- Kelas A = 0-126 .0.0.0
- Kelas B = 128-191 .0.0.0
- Kelas C = 197-223 .0.0.0
- Kelas D = 224-239 .0.0.0 (multicast)
- Kelas E = 239-225 .0.0.0 (pengembangan)
Contoh pembagiannya
jika ada sebuah network
Alamat jaringan : 192.168.1.0
Host pertama : 192.168.1.1
Host terakhir ; 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255
misalkan sebuah jaringan itu dibagi menjadi 2 divisi yang berbeda sehingga harus memecah jaringan tersebut manjadi 2 buah subnetwork, sehingga akan menjadi sebuah perincian sebagai berikut
Network divisi A
Alamat Jaringan / Subnet A : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.126
Broadcast Address : 192.168.1.127
Network Divisi B
Alamat Jaringan / Subnet B : 192.168.1.128
Host Pertama : 192.168.1.129
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask
yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask
dari CIDR /8 sampai /30.
Analisa:
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
- Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
- Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 172.16.0.0/18 dan 172.16.0.0/25.
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berdasarkan
blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan
subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet
ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat.
Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di
oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju
(coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
>> Contoh network address 172.16.0.0/18
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
- Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
>> Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
- Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
- Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Analisa :
192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan :
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
- Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar